Sejarah Sepeda lowrider

Sejarah Sepeda lowrider

Salah satu sepeda custom yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah jenis sepeda lowrider. Dengan desainnya yang nyentrik dan unik membuat orang saat melihatnya akan melirik dan seketika tersenyum.

Sejarah Sepeda lowrider

Nah bagaimanakah sejarah awal munculnya sepeda ini? Tenang, di tulisan kali ini akan membahas mengenai sepeda lowrider dan juga perkembangannya.

Sepeda nyentrik ini muncul karena adanya Budaya custom sepeda semenjak tahun 1958. Karena di tahun tersebut sedang ngetrend film “Wild One” yang salah satu pemain bintangnya adalah Marlon Brando. Alur filmnya menceritakan tentang bikers yang gemar memakai stang tipe “apehanger” yaitu jenis stang motor yang menjulang tinggi. Tampilan berandal seperti geng motor pantas melekat padanya, akan tetapi menurut pemuda saat itu memakai stang “apehanger” merupakan hal yang keren. Akhirnya mereka meng-custom sendiri stang sepeda tipe beach cruiser nya dengan stang apehanger.

Lebih ringkasnya pada awal tahun 1960an para pemuda Amerika ingin bergaya dengan sepeda apehanger nya. Hal ini membuat produsen sepeda schwinn memproduksi massal jenis sepeda lowrider yang memiliki stang apehanger dengan nama schwinn stingray.

Pada era tersebut terdapat mobil bergaya lowrider yang sedang naik daun. Tampilan lowrider ini menjadi pilihan kaum hispanik Amerika selain mobil hotrod yang identik dengan musik rocabilly dan rock n roll.

Mereka kaum hispanik lebih suka dengan gaya lowrider karena adanya ikatan emosional pada diri mereka, karena dahulunya mereka hanya petani biasa yang hanya mampu membeli mobil bekas dan murah. Mereka membawa hasil pertaniannya dengan mobil tersebut hingga mobilnya jadi terlihat ceper. Singkatnya saat perekonomian sedang melambung, mereka merestorasi mobil-mobilnya dengan mengubah eksterior mobil menggunakan cat yang mengkilap dengan dilapisi chrome kemudian ditambahkan sistem hidrolik agar bisa diceperken atau normal. Tak ketinggalan desain interiornya pun ikut diubahnya.

Karena banyaknya kaum hispanik amerika yang keliling menggunakan mobil lowrider menyusuri jalanan membuat para pemuda yang melihatnya ingin menaiki mobil tersebut, mobil itu memang terlihat keren dan seksi. Namun sayangnya saat itu ada peraturan pemerintah Amerika yang melarang remaja di bawah 18 tahun mengendarai mobil. Akhirnya membuat sepeda custom yang berasal dari batangan sepeda schwinn stingray yang diganti dengan menggunakan rantai. Sepeda tersebut juga dipakai pada serial tv “The Munster” pada saat itu, hingga membuat penjualan sepeda swinn meroket 70%.

Di akhir dekade 1960an pemuda Amerika merasa kurang puas dengan modifikasi dari Geirge Barris. Kemudian mereka menumpahkan kreativitasnya dengan membengkokkan fork sehingga merubah sepeda tersebut menjadi ceper seperti mobil lowrider dan terlihat keren.

Baca juga: Kenali dan Pahami Jenis Bahan Frame Sepeda

Nah pada awal tahun 1970an sepeda stingray (sepeda mini) mulai masuk ke pasaran Indonesia. Sederet produsen seperti Rightway, Senator, Phoenix, Marubenny, Fuji, Raleigh, Top, Simking, Schwinn Butterfly, Monark, Huffy, Columbia,  hingga Murray berlomba-lomba merebut pasar sepeda mini untuk anak-anak di Nusantara. Saking populernya tipe sepeda tersebut saat itu hingga almarhum mantan presiden Soeharto juga memilikinya. Bahkan tipe sepeda ini juga pernah dipakai dalam syuting film yang dibintangi oleh almarhum Benyamin S.

Sekitar abad 1990an pemuda Indonesia ada yang sudah memiliki sepeda lowrider. Untuk mendapatkannya harus impor langsung dari negeri paman Sam atau negeri Kangguru, Australia.

Nah itulah sepak terjang perjalanan sejarah sepeda lowrider dari mulai kegemaran remaja Amerika hingga masuk ke Indonesia dan menjadi yang paling dicari oleh para kolektor sepeda antik di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *