Tren Sepeda Fixie di Indonesia

Salah satu tren yang pernah muncul di Indonesia adalah tren sepeda fixie atau sepeda fixed gear yang tidak memiliki rem. Sepeda ini memang terbilang unik, oleh karena itu sejak kemunculannya sudah digandrungi oleh banyak orang, khususnya para penggemar sepeda.

Sebenarnya tak hanya penggemar sepeda saja yang menggunakan sepeda fixie, oarang-orang yang awalnya tidak gemar naik sepeda pun akhirnya membeli fixie dan menggunakannya. Hal ini tak lain sebagai pentuk eksistensi diri agar disebut gaul dan mengikuti tren.

Fixie pada beberapa tahun lalu memang menarik perhatian banyak orang, selain tampilannya yang unik, juga karena fixie memiliki warna yang beraneka ragam sehingga membuat siapapun jatuh hati dan akhirnya membelinya hingga akhirnya sepeda tanpa rem ini menjadi tren.

Sebagian besar orang yang membeli atau menggunakan fixie memang karena didasari mengikuti tren semata. Yang namanya tren, tentunya memiliki masa-masa tertentu sampai kapan tren itu akan disukai hingga akhirnya menemukan titik jenuh.

Begitu juga dengan pengguna fixie yang akhirnya jenuh serta bosan menggunakan sepeda ini hingga kemudian beralih ke model sepeda lainnya, yaitu sepeda lipat atau lebih sering disingkat menjadi ‘Seli’.

Fixie tak cocok di segela medan sehingga tak semua orang bisa menggunakan fixie, mungkin ini juga yang menjadi penyebab menurunnya penggunaan sepeda ini. Sejak pertengahan tahun 2010, fixie sudah menunjukkan penurunan peminat. Penjualan fixie di pasaran pun menurun sangat drastis. Jika mulanya dalam satu hari di toko sepeda bisa terjual sepuluh hingga dua puluh fixie, maka kini tak ada yang membeli sepeda ini.

Terjadinya tingkat penurunan penjualan fixie ini juga memberikan pengaruh terhadap penurunan harga fixie. Jika mulanya ketika sedang menjadi tren, fixie dijual dengan harga Rp 2 juta / unit, maka kini hanya Rp 500 ribu / unit. Spare part fixie yang dulu juga laku keras, kini menjadi tidak laku. Bahkan untuk bengkel serta toko sepeda bisa mengalami kerugian hingga 80% dikarenakan menurun drastisnya penjualan fixie.

Menurunnya penjualan fixie ini ditengarai karena pengguna fixie di Indonesia hanya mengikuti tren semata. Seperti diketahui, pola masyarakat Indonesia itu cenderung konsumtif dan mudah ikut-ikutan ketika ada suatu tren baru. Oleh karena itu, ketika fixie sudah tidak tren, maka sudah tidak digunakan lagi, sehingga sekarang penggunaannya menurun, menyebabkan penjualannya pun menurun dan akhirnya tergantikan oleh sepeda lipat yang cenderung lebih praktis penggunaannya karena bisa dimasukkan ke bagasi mobil atau dimasukkan ke angkutan umum seperti bus atau kereta.

Meski sepeda fixie sudah tak lagi menjadi tren, bukan berarti sepeda ini sudah tak layak untuk digunakan, karena bersepeda itu yang terpenting adalah adanya kemauan untuk bergerak, bukan hanya karena jenis sepedanya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *