Tips Memilih Sepeda Anak yang Aman

Setiap orang tua yang memiliki anak akan merasakan kekhawatiran ketika anaknya mulai meminta untuk dibelikan sepeda. Anak-anak biasanya akan meminta dibelikan sepeda ketika melihat teman-temannya yang lain sudah memiliki sepeda. Namun, seringkali orang tua tidak mengabulkan permintaan sang anak sebab khawatir jika si anak dibiarkan berkendara sendirian akan ditimpa bahaya. Mengizinkan anak naik sepeda sendirian, apalagi di jalanan bukan sekitar rumah tentu menjadi hal yang berat bagi orang tua. Belum lagi jika mempertimbangkan usia sang anak yang mungkin belum menginjak tujuh tahun, membiarkannya naik sepeda tentu rentan membuatnya terjatuh. Namun jika tidak membelikan anak sepeda atau tidak mengizinkannya bersepeda, si anak tentu akan merengek dan ngembek. Oleh sebab itu, orang tua harus menyiasati hal tersebut dengan membelikan sepeda anak yang aman dan nyaman untuk anaknya agar terhindar dari bahaya seperti terjatuh. Berikut ini adalah beberapa tips memilih sepeda yang aman untuk anak.

Meyesuaikan dengan Tinggi Badan Anak

Kebanyakan, penyebab anak kecil jatuh dari sepeda adalah karena kakinya tidak sampai ke tanah ketika ia sedang duduk di sadel sepeda. Oleh karena itu, memilih sepeda yang sesuai dengan tinggi badan si anak sangat dianjurkan. Namun, kebanyakan orang tua sepertinya terlalu visioner dalam memilihkan sepeda untuk anaknya, misalnya sengaja membelikan sepeda yang agak lebih besar agar bisa dipakai si anak untuk beberapa tahun ke depan. Hal tersebut tentu bahaya. Membelikan sepeda yang lebih besar dari ukuran tubuh si anak tentu akan menyulitkan si anak dalam mengendalikan sepeda tersebut. Belum lagi jika tinggi badannya belum sampai untuk memijak tanah ketika sedang berkendara, si anak akan rentan terjatuh bahkan kecelakaan.

Memilih Sepeda dengan Besi Rangka Rendah

Selain sepeda yang terlalu besar atau terlalu tinggi, faktor lain yang sangat membahayakan anak ketika bersepeda adalah besi rangka sepeda yang terlalu tinggi. Besi rangka adalah besi penghubung antara gagang setir/ kemudi dengan gagang sadel. Seringkali, besi rangka didesain dengan tinggi hampir sama dengan tinggi sadel. Hal tersebut tentu sangat berbahaya. Biasanya, si anak akan cenderung memindahkan badannya ke depan jika akan turun dari sepeda. Besi rangka yang terlalu tinggi tentu akan berbahaya sebab tulang selangka anak bisa terbentur keras dengan besi rangka yang keras. Imbasnya, si anak anak kesakitan jika liang selangkanya terkena besi rangka. Bagi anak perempuan, hal tersebut akan lebih berbahaya lagi sebab bisa merobek selaput daranya. Oleh sebab itu, memilih sepeda anak dengan besi rangka yang rendah sangat disarankan demi keamanan si anak.

Selain dua hal yang sudah dijelaskan di atas, dalam memilih sepeda anak yang aman, hendaknya memilih sepeda yang sadelnya cukup empuk agar si anak tidak kesakitan ketika duduk. Selain itu, memilih sepeda yang jarak antara sadel dengan setirnya ideal, atau dengan kata lain si anak bisa menjangkau setir tanpa harus terlalu membungkuk ketika mengemudi akan membuat si anak lebih nyaman mengemudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *